Semur

semur-solo

Meskipun bercita-rasa lokal, ternyata sejarah semur bisa ditelusuri sampai ke kuliner Belanda. Menurut The Javanese, istilah semur berasal dari bahasa Belanda ‘smoor’ yang berarti rebusan. Di Belanda sendiri smoor adalah daging yang direbus bersama tomat dan bawang dalam waktu lama.

Di Indonesia, smoor berkembang dari sekadar rebusan daging sapi dengan tomat dan bawang menjadi masakan kaya bumbu dengan berbagai bahan dasar alternatif. Di Groot Nieuw Oost-Indisch Volledig Kookboek, buku resep tertua yang diterbitkan pada masa Hindia Belanda saja setidaknya ada 6 variasi resep semur, yaitu Smoor Ajam I, Ajam Smoor II, Smoor Ajam III, Smoor Bandjar van Kip, Smoor Bantam van Kip, dan Solosche Smoor van Kip.

semur-solo
semur-solo

Lambat laun, semur dengan citarasa lokal pun mulai bermunculan dan menjadi kuliner khas beberapa daerah. Antara lain semur Jengkol yang sangat populer di kalangan warga Betawi. Adapun Solosche Smoor van Kip berakulturasi menjadi semur Solo, semur daging ini memiliki rasa yang mirip dengan bistik. Dan masakan ini sering juga disebut dengan bistik ala Solo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *